Init-6 Danai Netra Runtime: Sinyal Baru untuk Inferensi AI di Indonesia
Init-6, modal ventura yang didirikan dua pendiri Bukalapak, memasukkan Netra Runtime ke portofolio investasinya, seperti diumumkan dalam temu media di Jakarta pada 29 Oktober 2026. Netra adalah startup Indonesia yang membangun infrastruktur inferensi AI, yaitu lapisan yang menjalankan model AI setiap kali aplikasi meminta jawaban. Bagi perusahaan, kabar ini menambah satu pilihan yang selama ini jarang ada: menjalankan model AI dengan data yang diproses di dalam negeri, tanpa harus membangun semuanya sendiri.

Apa yang Diumumkan
Init-6 didirikan pada awal 2020 oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono, masing-masing mantan CEO dan CTO Bukalapak, dan berfokus pada pendanaan tahap awal. Nilai dan syarat investasinya ke Netra Runtime tidak diungkapkan.
Netra Runtime, dengan badan hukum PT Netra Runtime Indonesia, menawarkan dua cara memakai teknologinya:
Private deployment. Perangkat lunak Netra dijalankan di infrastruktur GPU milik pelanggan, untuk organisasi yang ingin memegang kendali penuh atas model dan datanya.
Layanan cloud terkelola. Pelanggan memakai model lewat API yang kompatibel dengan format OpenAI dan membayar per token yang diproses, tanpa membeli atau mengoperasikan GPU sendiri. Situs Netra menyebut layanannya di-host di Indonesia.
Teknologinya mendukung GPU AMD maupun NVIDIA. Situs resminya per hari ini mencantumkan DeepSeek V4.1 Flash sebagai model yang tersedia, dan menyebut zero data retention sebagai pengaturan bawaan.

Sumber gambar: Warta Ekonomi.
Angka yang Dilaporkan Netra
Dalam pengumuman itu, Netra membagikan data pemakaian dan hasil benchmark. Semua angka di bawah dilaporkan oleh perusahaan dan belum diverifikasi pihak independen.
Metrik pemakaian | Angka |
|---|---|
Total token diproses hingga 28 Oktober 2026 | Lebih dari 300 miliar |
Rata-rata harian, 21 sampai 27 Oktober 2026 | 6,14 miliar token |
Rekor harian | 12,47 miliar token |
Pengguna terdaftar dan mitra | 1.415 pengguna, 19 mitra |
Untuk benchmark, Netra membandingkan GPU AMD Instinct MI350X dengan NVIDIA B300 dalam throughput output (token per detik):
Konfigurasi | 32 permintaan bersamaan (total) | 1 permintaan (per pengguna) |
|---|---|---|
4 × AMD MI350X | 5.062 | 1.152 |
2 × NVIDIA B300 | 2.870,2 | 498,8 |
4 × NVIDIA B300 | 2.497,8 | 608,6 |
Netra sendiri mencatat bahwa hasil seperti ini bergantung pada model, perangkat keras, jenis beban kerja, dan konfigurasi pengujian. Bagi pembeli, angka benchmark vendor sebaiknya diperlakukan sebagai titik awal, lalu diuji ulang di beban kerja sendiri.
Kenapa Investor Melirik Lapisan Inferensi
Dalam temu media itu, Nugroho Herucahyono menyampaikan bahwa adopsi AI di perusahaan kini lebih ditentukan oleh efisiensi biaya dan pemanfaatan infrastruktur, bukan hanya oleh pilihan model. Dari pengalamannya lebih dari satu dekade di Bukalapak, ia melihat biaya infrastruktur sangat bergantung pada seberapa baik perangkat lunak memanfaatkan perangkat keras. Karena itu, menurutnya, perusahaan perlu menghitung biaya untuk menghasilkan pekerjaan dengan AI, bukan sekadar membandingkan kecanggihan dan kecepatan model.
Init-6 juga menyoroti bahwa sebagian besar industri lokal masih membangun aplikasi di atas API penyedia luar negeri. Infrastruktur inferensi yang dikembangkan di dalam negeri dipandang sebagai bagian dari ekosistem AI Indonesia yang sedang tumbuh.
Investasi ini juga bukan langkah tunggal. Awal Oktober 2026, Netra menandatangani nota kesepahaman dengan PT Sivali Catur Lestari untuk mengintegrasikan teknologi inferensinya ke ORCA Hub, termasuk rencana model federated compute yang memungkinkan pemilik GPU bergabung sebagai penyedia kapasitas.
Apa Artinya untuk Perusahaan di Indonesia
Lokasi data jadi pertimbangan nyata
Mulai 16 Januari 2027, PP 33/2026 sebagai aturan pelaksana UU PDP wajib dipatuhi penuh, termasuk kewajiban menilai risiko setiap transfer data pribadi ke luar negeri. Sementara itu, layanan model global umumnya memproses data di luar Indonesia:
Layanan | Lokasi pemrosesan per Oktober 2026 |
|---|---|
ChatGPT Enterprise dan Edu | Pemrosesan model di EEA, Amerika Serikat, atau Uni Emirat Arab |
Claude API | Global atau Amerika Serikat |
Alibaba Cloud Model Studio (Qwen) | Region terdekat Singapura, belum ada region Jakarta |
Penyedia inferensi yang memproses data di Indonesia, atau private deployment di GPU sendiri, menyederhanakan sebagian pertanyaan kepatuhan itu. Namun bukan berarti otomatis patuh: dasar pemrosesan, persetujuan, retensi, dan keamanan tetap harus dinilai.
Biaya ditentukan efisiensi, bukan hanya tarif
Poin Nugroho sejalan dengan hitungan kami di artikel tentang sewa GPU vs beli server: untuk GPU yang sama, biaya per pekerjaan sangat dipengaruhi utilisasi dan efisiensi perangkat lunak yang menjalankannya. Perusahaan yang membandingkan penyedia sebaiknya menghitung biaya per tugas yang selesai, bukan hanya harga per juta token.
Migrasi bisa lebih ringan, tetapi tetap perlu diuji
API yang kompatibel dengan format OpenAI berarti aplikasi yang sudah ada umumnya bisa dialihkan dengan perubahan kecil. Yang lebih menentukan adalah kualitas model yang tersedia untuk use case Anda. Uji di data Anda sendiri sebelum memindahkan beban kerja produksi.
Yang Perlu Dicek Sebelum Memakai Penyedia Inferensi Lokal
Katalog model. Model apa saja yang tersedia, dan apakah cocok untuk tugas Anda, misalnya bahasa Indonesia, coding, atau dokumen panjang.
Kinerja di beban kerja Anda. Jalankan uji coba dengan pola permintaan nyata, bukan hanya benchmark vendor.
Ketentuan data. Lokasi pemrosesan, kebijakan retensi, dan apakah data dipakai untuk keperluan lain.
SLA dan dukungan. Ketersediaan layanan, waktu respons insiden, dan jalur eskalasi.
Kepatuhan sektoral. Untuk perbankan dan jasa keuangan, cocokkan juga dengan ketentuan OJK.
Rencana keluar. Pastikan aplikasi tidak terkunci ke satu penyedia, sehingga Anda bisa berpindah atau memakai lebih dari satu.
Use case mana yang siap dijalankan?
AI Readiness Scorecard berisi 6 pertanyaan, selesai sekitar 2 menit, dan memberi skor kesiapan, analisis per dimensi, serta langkah berikutnya. Tanpa daftar.
Cek Kesiapan AI
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu Netra Runtime?
Netra Runtime adalah startup Indonesia yang membangun infrastruktur inferensi AI. Teknologinya bisa dijalankan di GPU milik pelanggan atau dipakai lewat layanan cloud dengan API yang kompatibel dengan format OpenAI, dan mendukung GPU AMD serta NVIDIA.
Siapa Init-6?
Init-6 adalah perusahaan modal ventura tahap awal yang didirikan pada 2020 oleh Achmad Zaky dan Nugroho Herucahyono, mantan CEO dan CTO Bukalapak.
Berapa nilai investasi Init-6 ke Netra Runtime?
Nilai dan syarat investasinya tidak diungkapkan dalam pengumuman 29 Oktober 2026.
Apa bedanya private deployment dan layanan cloud Netra?
Private deployment menjalankan perangkat lunak Netra di GPU milik pelanggan, sehingga model dan data tetap dalam kendali pelanggan. Layanan cloud memungkinkan pelanggan memakai model lewat API dan membayar per token tanpa mengelola perangkat keras.
Apakah memakai penyedia AI lokal otomatis memenuhi UU PDP?
Tidak otomatis. Pemrosesan di dalam negeri mengurangi isu transfer data ke luar negeri, tetapi dasar hukum pemrosesan, persetujuan, retensi, dan keamanan tetap harus dinilai sesuai UU PDP dan PP 33/2026.
Sebelum memilih penyedia, hitung dulu nilai bisnis dari use case yang akan dijalankan.
Berapa nilai otomatisasi untuk tim Anda?
Masukkan ukuran tim, rentang gaji, dan use case yang relevan. AI ROI Calculator langsung memperkirakan penghematan tahunan, persentase ROI, dan masa balik modal, tanpa daftar.
Coba AI ROI CalculatorKalau Anda ingin memetakan beban kerja mana yang cocok lewat API global, penyedia lokal, atau private deployment, tim PERFECT10 menyediakan sesi discovery 60 menit tanpa biaya. Jadwalkan sesi discovery.
Baca juga: