Perfect10 Logo
Back to Blog

Use Case AI yang Layak Masuk RKAP 2027, dan yang Sebaiknya Ditunda

M. Alif Ramadhan

Use case AI yang layak masuk RKAP 2027 adalah yang volumenya tinggi, datanya sudah tersedia, dan hasilnya bisa diukur dalam satu tahun anggaran. Untuk sebagian besar BUMN dan korporasi besar, itu berarti otomasi back-office seperti pengadaan, pengelolaan dokumen, dan pemeliharaan aset, bukan proyek transformasi besar. Ada satu pos yang sering terlupa: kepatuhan PP 33/2026 tentang pelindungan data pribadi, yang wajib dipenuhi penuh mulai 16 Januari 2027.

Banner artikel Use Case AI yang Layak Masuk RKAP 2027 dari Perfect10 AI

Kenapa RKAP 2027 Berbeda

Artikel ini untuk direksi, kepala transformasi, kepala IT, dan tim perencanaan yang sedang menyusun Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan untuk 2027. Empat perubahan membuat pos AI tahun ini perlu disusun lebih hati-hati daripada tahun lalu.

  • AI masuk agenda transformasi BUMN. Danantara dan BP BUMN menyiapkan peta jalan transformasi lima tahun, dan inovasi serta penerapan AI ditempatkan sebagai fokus tahun ketiga. Artinya, pilot yang berjalan di 2027 akan menjadi bahan bukti untuk tahap itu.

  • Tata kelola BUMN berubah. PP 38/2026 tentang Pengelolaan BUMN memberi Danantara kewenangan menetapkan aturan teknis bagi holding di bawahnya, termasuk penyusunan RKAP. Cek pedoman internal terbaru sebelum mengikuti format tahun lalu.

  • Aturan data pribadi kini punya aturan pelaksana. PP 33/2026 ditetapkan 16 Juli 2026 dengan masa transisi enam bulan. Di dalamnya ada kewajiban penilaian dampak pelindungan data sebelum pemrosesan berisiko tinggi, termasuk yang memakai AI, dan hak subjek data untuk menolak keputusan yang diambil secara otomatis. Denda administratifnya bisa mencapai 2% dari pendapatan tahunan.

  • Regulasi AI nasional belum final. Dua Perpres tentang Peta Jalan AI dan Etika AI masih menunggu tanda tangan Presiden per September 2026. Drafnya membagi AI ke dalam tingkatan risiko, jadi tata kelola berbasis risiko yang disiapkan sekarang tidak akan sia-sia.

Di sisi lain, minatnya sudah tinggi. Studi CEO IBM 2026 mencatat 90% CEO di Indonesia mengaku sudah mengintegrasikan AI ke alur kerja, tetapi ketidakpastian pengembalian modal tetap disebut sebagai penghambat utama investasi. RKAP 2027 adalah kesempatan untuk mengganti antusiasme dengan angka.

Empat Kriteria Sebelum Use Case Masuk Anggaran

  1. Volumenya cukup besar. Proses yang berjalan ratusan atau ribuan kali per bulan membuat selisih kecil per transaksi terlihat di laporan. Proses yang berjalan beberapa kali sebulan jarang menutup biaya integrasi.

  2. Datanya sudah ada dan bisa diakses. Survei Cloudera mencatat hanya 26% responden Indonesia yang menyebut datanya sudah dikelola penuh, meski hampir semuanya merasa yakin dengan datanya. Kualitas data yang buruk menjadi alasan paling sering ROI AI tidak konsisten, disusul pembengkakan biaya dan integrasi alur kerja yang lemah.

  3. Ada pemilik proses dan baseline. Seseorang di unit bisnis harus bertanggung jawab atas hasilnya, dan waktu siklus serta tingkat kesalahan sebelum AI harus dicatat sebelum pilot dimulai.

  4. Risiko regulasinya sudah dipetakan. Kalau use case memproses data pribadi pelanggan atau karyawan, anggarkan penilaian dampak pelindungan data sejak awal, bukan setelah sistemnya berjalan.

Use Case yang Layak Masuk RKAP 2027

Daftar ini bukan katalog. Setiap baris perlu diuji dengan empat kriteria di atas terhadap kondisi perusahaan Anda sendiri.

Use case

Kenapa layak

Risiko yang perlu dianggarkan

Analisis dokumen pengadaan dan perbandingan penawaran

Volume dokumen tinggi, aturan evaluasi tertulis, waktu siklus mudah diukur

Keputusan pemenang tetap di tangan panitia, jejak audit wajib

Ringkasan work order dan prediksi kerusakan aset

Data mesin dan riwayat pemeliharaan biasanya sudah ada di CMMS

Kualitas data sensor, integrasi sistem operasional

Ekstraksi dan klasifikasi dokumen (kontrak, faktur, KYC)

Hasil benar atau salah jelas, akurasi bisa diukur per dokumen

Data pribadi, perlu penilaian dampak pelindungan data

Asisten pencarian kebijakan dan SOP internal

Risiko rendah, cepat dipakai banyak karyawan

Hak akses dokumen, jawaban harus menyebut sumbernya

Layanan pelanggan dengan eskalasi ke staf

Volume pertanyaan tinggi dan berulang

Titik serah ke manusia, konsistensi jawaban

Konsolidasi laporan rutin manajemen

Memangkas jam kerja analis setiap akhir bulan

Validasi angka sebelum laporan naik ke direksi

Pola ini sejalan dengan temuan MIT NANDA 2025: lebih dari separuh anggaran AI generatif mengalir ke alat penjualan dan pemasaran, padahal pengembalian terbesar datang dari otomasi back-office. Ketua Dewan Ekonomi Nasional juga pernah mengusulkan BUMN memakai AI untuk pengadaan, pengelolaan aset, dan perencanaan bisnis, dengan perkiraan penghematan biaya operasional 10% sampai 30%. Angka itu perkiraan, bukan hasil terukur, jadi perlakukan sebagai hipotesis yang harus dibuktikan oleh pilot Anda sendiri.

Uji dulu kesiapan proses Anda

AI Readiness Scorecard berisi 6 pertanyaan, selesai sekitar 2 menit, dan memberi skor kesiapan beserta langkah berikutnya. Cocok untuk menyaring daftar usulan use case sebelum rapat anggaran. Tanpa daftar.

Cek Kesiapan AI

Use Case yang Sebaiknya Ditunda ke RKAP Berikutnya

  • Agen yang mengeksekusi transaksi keuangan secara mandiri. Gartner memperkirakan lebih dari 40% proyek agentic AI dibatalkan sebelum akhir 2027 karena biaya membengkak, nilai bisnis tidak jelas, dan kontrol risiko yang kurang. Mulailah dari agen yang menyiapkan, lalu manusia yang mengeksekusi.

  • Keputusan otomatis atas hak pelanggan atau karyawan. Penolakan kredit, penilaian kinerja, atau seleksi karyawan yang sepenuhnya otomatis bersinggungan langsung dengan hak menolak keputusan otomatis di PP 33/2026.

  • Membangun model bahasa sendiri tanpa use case yang jelas. Investasi infrastruktur besar tanpa proses yang siap memakainya akan sulit dipertanggungjawabkan di evaluasi RKAP.

  • Proyek yang bergantung pada integrasi data yang belum selesai. Bereskan integrasinya dulu sebagai proyek data, lalu masukkan AI ke RKAP berikutnya.

Struktur Anggaran yang Masuk Akal

Bain Technology Report 2026 mencatat, berdasarkan pengalaman Bain dengan kliennya, setiap satu dolar untuk teknologi AI diikuti sekitar empat dolar untuk orang dan proses. Anggaran yang hanya berisi lisensi dan server hampir pasti kurang. Susun pos AI dalam RKAP 2027 seperti ini:

  1. Penilaian kesiapan dan prioritas. Anggaran kecil di awal tahun untuk memetakan data, proses, dan risiko setiap kandidat use case.

  2. Pilot per use case. Dua sampai tiga pilot dengan kriteria lolos tertulis, masing-masing 8 sampai 12 minggu.

  3. Cadangan skala. Dicairkan hanya untuk pilot yang lolos gerbang keputusan. Memisahkan anggaran pilot dan skala membuat Anda tidak terpaksa memperluas proyek yang belum terbukti.

  4. Orang dan proses. Pelatihan, penyusunan SOP baru, dan waktu pemilik proses.

  5. Kepatuhan data. Penilaian dampak pelindungan data, penunjukan pejabat pelindungan data bila diwajibkan, dan jejak audit.

  6. Biaya operasional bulanan. Infrastruktur atau token, lisensi, dan pemeliharaan, dihitung per alur kerja.

Matriks prioritas use case AI untuk RKAP 2027 berdasarkan nilai bisnis dan kesiapan data, beserta pos anggaran yang disarankan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kapan RKAP BUMN untuk tahun 2027 disusun?

Selama ini PP 45/2005 mengatur rancangan RKAP diajukan paling lambat 60 hari sebelum tahun anggaran dimulai, sehingga penyusunannya berlangsung sekitar triwulan ketiga dan keempat. Dengan terbitnya PP 38/2026, aturan teknis penyusunan RKAP untuk holding di bawah Danantara dapat ditetapkan oleh Danantara, jadi pastikan Anda mengikuti pedoman internal terbaru.

Berapa anggaran AI yang wajar dalam RKAP?

Tidak ada angka universal. Yang lebih penting adalah strukturnya: penilaian kesiapan, dua sampai tiga pilot dengan kriteria lolos, cadangan skala yang hanya cair bila pilot berhasil, serta pos untuk orang, proses, dan kepatuhan data yang bisa jauh lebih besar dari pos teknologinya.

Apakah PP 33/2026 berlaku untuk proyek AI?

Ya, bila proyeknya memproses data pribadi. PP 33/2026 mewajibkan penilaian dampak pelindungan data sebelum pemrosesan berisiko tinggi, termasuk yang menggunakan AI, dan mengatur hak subjek data untuk menolak keputusan otomatis. Kepatuhan penuh berlaku mulai 16 Januari 2027.

Use case AI apa yang paling cepat balik modal?

Umumnya otomasi back-office bervolume tinggi dengan aturan yang jelas, seperti pengolahan dokumen, pengadaan, dan konsolidasi laporan. Hasilnya mudah diukur terhadap baseline dan risikonya lebih rendah daripada use case yang langsung berhadapan dengan pelanggan.

Perlukah menunggu Perpres AI terbit sebelum menganggarkan AI?

Tidak perlu. UU PDP dan PP 33/2026 sudah mengatur pemrosesan data pribadi, dan regulator sektor seperti OJK sudah punya pedoman tata kelola AI. Menyiapkan tata kelola berbasis risiko sekarang akan memudahkan penyesuaian ketika Perpres terbit.

Sebelum rapat anggaran, Anda bisa memperkirakan nilai otomatisasi untuk setiap unit dengan AI ROI Calculator, lalu membandingkannya dengan usulan anggaran yang masuk.

Bawa angka ke rapat RKAP

AI ROI Calculator memperkirakan penghematan tahunan, persentase ROI, dan masa balik modal dari ukuran tim, rentang gaji, dan use case. Hasilnya langsung keluar, tanpa daftar.

Coba AI ROI Calculator

Kalau Anda ingin daftar usulan use case ditinjau bersama sebelum RKAP dikunci, tim PERFECT10 menyediakan sesi discovery 60 menit tanpa biaya. Kami akan memberi peringkat usulan Anda dan menyebut mana yang sebaiknya ditunda. Jadwalkan sesi discovery.

Baca juga:

Sumber